"GAPAI SUKSES HARI INI"

Sabtu, 05 November 2011

Rahasia Qurban
Oleh Amir Faishol Fath*

Kamis, 02 Januari 2003



Al-Qur'an menegaskan hakikat Qurban, melalui kisah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Isma'il tercinta dalam surat Al-Shafat, ayat : 102-109. Kisahnya begini; Nabi Ibrahim berkata kapada Nabi Ismail : "Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu?" Nabi Ismail menjawab seketika dengan tenang dan penuh keyakinan : "Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan (oleh Allah) kepadamu, kau akan mendapatkanku - insya Allah - termasuk orang-orang yang sabar". Allah kemudian bercerita : "Tatkala keduanya telah berserah diri (tunduk pada perintah Allah) dan Ibrahim membaringkan anaknya (pelipsnya menimpel di atas tempat penyembelihan), Kami segera memanggil (dari arah gunung) : wahai Ibrahim, Sudah kau benarkan (dan kau laksanakan) apa yang kau lihat dalam mimpimu itu, sesungguhnya demikinlah Kami memeberi balasan (kepadamu) dan juga kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh (perintah penyembelihan ini) adalah benar-benar ujian (bagi Ibrahim, di mana dengannya terlihat dengan jelas siapa yang ikhlash dan siapa yang tidak). Dan kami segera menebus anak (yang akan disembelih itu) dengan seekor sembelihan yang besar. Pun Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Salam sejahtera (dari Kami) buat Ibrahim, dan sebutan yang baik baginya (dari setiap manusia)".

Ada beberapa hal yang sangat menarik untuk kita garis-bawahi dari kisah di atas : Pertama, bahwa ajaran ber-qurban datangnya dari Allah SWT, sebuah ajaran yang agung, yang membuktikan kedekatan sang hamba kepada Rab-nya, sebuah proses pendakian yang suci menuju Allah Yang Maha Agung, Pencipta langit dan bumi, Pemilik alam semesta dan segala isinya. Itulah mengapa istilah yang dipakai adalah "qurban" yang maknanya bearti pendekatan.

Kedua, Apa yang biasa kita buktikan melalui kisah di atas bahwa berqurban merupakan salah satu proses pendekatan kepada Allah SWT?

Jawabannya :
  1. Kepribadian Nabi Ibrahim, yang demikian total menunjukkan ketaatannya kepada Allah. Tidak terlihat dalam sikapanya sebuah keraguan, atau keberatan. Begitu menerima perintah dari Allah untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail, - anak yang ditunggu-tunggu kelahirannya sekian lama sampai ia mencapai usia tua - Nabi Ibrahim langsung mendatangi Ismail dan menympaikan perintah tersebut. Padahal secara psikologis Nabi Ibrahim sungguh sangat membutuhkan seorang keuturunan. Bayangkan, di tengah pengembaraan yang jauh, di sebuah lembah padang sahara yang kering, tanpa pohonan dan tanaman, Nabi Ibrahim hidup. Ditambah lagi usianya yang memang sudah sangat mebutuhkan seorang anak muda untuk menopang ketidakmampuannya. Tapi lihatlah, totalitas penyerahan diri Nabi Ibrahim kepada Sang Pemilik Bumi dan langit.


  2. Kepribadian Nabi Ismail, yang benar-benar memhami keaguangan perintah Allah. Artinya bahwa perintah itu harus segera dilaksanakan. Tidak usah ditawar-tawar dan ditunda-tunda lagi. Seketika ia berserah diri dengan penuh kesabaran. Sungguh ungkapan Nabi Ismail dengan panggilan "yaa abati" mengekspresikan kecintaan nabi Ismail dan kedekatannya kepada sang ayah, pun juga kepasrahan totalnya terhadap perintah Allah, dimana dengan ungkapan itu tergambar dengan jelas bahwa ia tidak merasa kaget sama sekali. Melainkan langsung menerimanya dengan lapang dada dan penuh kepasrahan.


  3. Sikap Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang tanpa banyak bicara dan diskusi dalam menerima "isyarat" yang terlihat dalam mimpinya "ru'ya", di mana kaduanya langsung bergerak menuju tempat penyembelihan. Nabi Ismail langsung berbaring, meletakkan pelipisnya ke bumi. Nabi Ibrahim langsung bergerak untuk menyembelihnya. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat mengharukan. Dan dari peristiwa itu terlihat dengan jelas hakikat kepasrahan dan ketaatan yang hakiki dari kedua hamba tersebut, kepada Allah, Tuhannya. Allah seketika menyaksikan kesungguhan kedua hamba itu dalam mentaati perintah-Nya. Allah berfirman "qad saddaqta ru'ya", kau telah membenarkan "ru'ya" itu (wahai Ibrahim), dan kau telah melaksanakannya. Allah seketika pula menggantikan Nabi Ismail dengan seekor sembelihan yang besar. Sebab yang paling utama dari hakikat qurban ini, adalah sejauh mana tingkat kepasrahan sang hamba kepada Allah SWT, dan sejauh mana tingkat ketaatannya kepada-Nya, sejauh mana tingkat ketabahannya dalam menjalani ajaran yang telah Allah tetapkan.

Ketiga, bahwa hakikat "qurban" merupakan salah satu ujian dari Allah, yang dengannya setiap mu'min bisa mengukur hakikat keimanannya, hakikat ketaatannya kepada perintah Allah, hakikat kedekatannya kepada Allah. Sungguh Allah tidak menghendaki dari apa yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, agar kita menyakiti diri kita dan melukai tubuh kita, sebagai simbol pendakian rohani kepada Allah. Tidak, sekali-kali tidak. Melainkan yang Allah kehendaki adalah totalitas ketaatan kita kepada-Nya, dengan penuh keikhlasan, ketenangan, kerelaan dan keyakinan. Karenanya Allah segera menggantinya dengan seekor sembelihan.

Keempat, bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismali dengan sikapnya itu, Allah memberi predikat sebagai seoran "muhsin" (seorang yang berbuat baik), dan siapa saja yang mengikuti jejak nabi Ibrahim, dengan menghadiahkan seekor sembelihan qurban, atas dorongan ketaatan kepada Allah SAW, dan keikhlasannya yang paling dalam, ia akan termasuk kaum "muhsinin" itu.

Sungguh Allah berjanji begi mereka yang menghadiahkan kebaikan itu limpahan pahala yang agung di sisi-Nya. Maka berbahagialah mereka yang berqurban, dan termasuk dengan qurbannya golongan orang-orang muhsinin. ***

Sabtu, 24 September 2011

KERJA KERAS YANG BERBUAH EMAS

(Ket : Tim Taekwondo STMIK Tasikmalaya di depan Gedun Wiryadinata Lanud Sulaeman Bandung, 21/3)


Kota Tasikmalay, (Mitra Muda) "Kerja Keras Yang Berbuah Emas" itulah ungkapan yang pantas bagi Tim Taekwondo STMIK Tasikmalaya dibawah Manager Sbn. Agus Rolex ketika berhasil memboyong emas pada Kejurnas Taekwondo Dankorpaskhas cup II di Gedung Wiryadinata Lanud Suleman, Bandung Jawa Barat, (23/9)

Dari 16 Atlet yang diterjunkan, Tim STMIK Tasikmalaya berhasil memboyong 2 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu, dimana medali emas berhasil disumbangkan oleh Ayep Ramdani di Kelas under 68 Kg, dan Muhammad Alvin di Kelas under 48 Kg.

Sementara Ridho Maulana di kelas under 80 Kg, Andeya di kelas over 87 Kg berhasil pula menyumbangkan medali perak, begitupun Indra Irawan di kelas under 68 kg, Saepul Mikdad di kelas under 87 dan Hapidan di kelas under 51 Kg turut menyumbang medali perunggu.

Ketua Tim Taekwondo Ayep Ramdani mengungkapkan bahwa ini bukan kejurnas taekwondo pertama yang mereka ikuti, dari beberapa kejuaraan nasional mereka hanya berhasil meraih perak dan perunggu.
"Ini adalah buah dari kerja sama dan kerja keras tim, baik Manager, Direktur STMIK Tasikmalaya Bapak Restu Adi, M.Kom dan Jajarannya serta seluruh Atlet, hingga kami berhasil meraih Emas pada kejuaraan DanKorpashas cup II ini,"katanya.

Kejuaraan Taekwondo Dankorpaskhas (Komanda Korp Pasukan Khas) Cup II Tahun ini merupakan rangkaian dalan rangka menyambut HUT ke-64 Korp Pasukan Khas TNI AU yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2011, dan berlangsung dari tanggal 21-23 September 2011.

Selasa, 06 September 2011

RINCIK HUJAN TAK SURUTKAN PNS KOTA TASIK APEL PAGI

Kota Tasikmalaya, Mitramuda Pemberitaan miring tentang mangkirnya PNS pada waktu kerja, ternyata sangat berbeda dengan kenyataan di Setda Kota Tasikmalaya, (6/9).

Hujan yang turun perlahan tak surutkan PNS di Setda Kota Tasikmalaya untuk mengawali tugas pelayanan masyarakat dengan mengikuti apel pagi yang langsung dipimpin oleh Sekda Kota Tasikmalaya Drs. H. Tio Indra Setiadi di halaman Balekota Tasikmalaya.

Sementara di tempat berbeda, Satpolpp Kota Tasikmalaya bersama tim gerakan disiplin daerah menggelar sidak ke tiap OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mengecek kehadiran para pegawai agar kinerja pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.

Drs. H. Tio menjelaskan bahwa kalaupun ada pegawai yang terjaring mangkir kerja, tentu akan diberikan sanksi disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"PNS adalah orang-orang pilihan yang memiliki intelektual", "Sudah seharusnya memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat", katanya.
"Teguran lisan dan tertulis merupakan hukuman atas pelanggaran, jikalau tidak jera maka bisa dilanjutkan dengan sanksi disiplin yang lebih berat", tegasnya.

Senin, 29 Agustus 2011





31 AGUSTUS 2011 DITETAPKAN 1 SYAWAL 1432 H


Mitra Muda- Senin(29/8) Menteri Agama Suryadharma Ali di depan peserta sidang istbat menetapkan 1 Syawal 1432H, jatuh pada hari rabu, 31 Agustus 2011. (sumber : Kementerian Agama RI)





Senin, 15 Agustus 2011

Minggu, 14 Agustus 2011

WALIKOTA TASIKMALAYA TERIMA BINTANG JASA UTAMA

Tasikmalaya, Abah-Online
Presiden SBY menganugerahkan tanda kehormatan bintang RI kepada 30 orang penerima, di Istana Merdeka, Jumat (12/8) sore. (foto: rusman/presidensby.info)

Bertempat di Istana Merdeka, (12/8) Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si termasuk dari 30 orang penerima penghargaan Bintang tanda Jasa 2011. Karena dinilai telah banyak memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan Koperasi dan UMKM terlebih telah lebih 30 tahun berkecimpung dalam perkoperasian di Kota Tasikmalaya hingga dianggap layak oleh Presiden SBY untuk menganugerahkan Bintang Jasa Utama.

Daftar lengkap penerima bintang tanda jasa 2011:

Bintang Republik Indonesia Adipradana:
1. Hj Kristiani Herrawati Yudhoyono, S.IP (istri Presiden SBY)
2. Dra Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M.Hum (Istri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid)
3. HM Taufiq Kiemas (suami Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri)
4. Yang Dipertuan Agung Malaysia Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin

Bintang Mahaputera Adipradana:
1. Hj Mufidah Jusuf Kalla (istri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla)
2. Hj Asmaniah Hamzah Haz (istri mantan Wakil Presiden Hamzah Haz)
3. Dr Nur Hasan Wirajuda (mantan Menteri Luar Negeri)
4. Ir H Aburizal Bakrie (mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat)
5. Dr Sri Mulyani Indrawati (mantan Menteri Keuangan)
6. Dr Siti Fadilah Supari (mantan Menteri Kesehatan)
7. Prof Dr Meutia Farida Hatta Swasono, SS, MA (mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan)
8. Letjen TNI (Purn) Moh Ma'ruf (mantan Menteri Dalam Negeri)
9. Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda

Bintang Mahaputera Utama:
1. Letjen TNI (Purn) H Bibit Waluyo (Gubernur Jawa Tengah)
2. Mayjen TNI (Purn) Dr Syamsul Maarif, M.Si (Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
3. Dr H Soekarwo, SH, M.Hum (Gubernur Jawa Timur)
4. Dr H Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH (Gubernur Sulawesi Selatan)

Bintang Jasa Utama:
1. Mayjen TNI (Purn) Sunarso (Kepala Badan Pelaksana, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo)
2. Dr Ir Surono (Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian ESDM)
3. Dr Ir Siti Nurbaya Bakar, M.Sc (Sekretaris Jenderal DPD RI)
4. Drs H. Achmad, M.Si (Bupati Rokan Hulu, Riau)
5. Drs H Syarif Hidayat, M.Si (Walikota Tasikmalaya, Jawa Barat)
6. Ir H Joko Widodo (Walikota Solo, Jawa Tengah)
7. Ir H Ilham Arief Sirajuddin, MM (Walikota Makassar, Sulawesi Selatan)

Bintang Jasa Nararya:
1. Dr Wimpy S Tjetjep (Deputi Menko Perekonomian Bid. Koordinasi Energi & Sumber Daya Mineral & Kehutanan)
2. Drs Faisal Syam MBA (Direktur Human Capital & General Affair PT Telkom, Tbk)
3. H Syarifuddin (Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (ASPERINDO))
4. Drs Guritno Kusumo, MM (Sekretaris Kementerian Koperasi & UKM)

Bintang Budaya Parama Dharma:
1. Alm. Basoeki Abdullah (Pelukis)
2. Alm Abdullah Idrus (Sastrawan)
3. Sudarwati/Sumarti/Titik Puspa (Pencipta Lagu, Penyanyi & Aktris Film)
4. Herman Omordow (Pengukir & pemahat asal suku Asmat, Prop. Papua)

(http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2011/08/12/7113.html / Abah alan)

Kamis, 28 April 2011

INDONESIA JAYA NAN SEJAHTERA

Indonesia, 27/4/2011.

Belum usai kasus teroris yang ditangani densus 88 anti teror, kini isu bangkitnya Negara Islam Indonesia (NII) semakin menambah keruh suasana prikehidupan di Republik Indonesia Tercinta...

Merah Putih menangis!, HZ. Mustofa yang mengorbankan diri demi tegaknya Negara Indonesia tentu saja berduka melihat Agama Islam yang ajarannya suci dijadikan kedok oleh "orang-orang yang merasa sangat paham dan sangat pintar akan ajaran islam" TAPI MERUSAK NEGARA INDONESIA YANG KINI TELAH TEGAK MERDEKA".

YA...ALLOH! MAAFKANLAH HAMBAMU YANG KURANG MEMAHAMI SETIAP AYAT-AYATMU....

PEMUDI DAN PEMUDA INDONESIA......
SINGSINGKAN LENGAN BAJUMU.....
KIBARKANLAH BENDERA NEGERIMU....
BUSUNGKAN DADA KEHADAPAN DUNIA.......

DADA GAGAH PEMUDA INDONESIA, DADA BANGSA JAYA NAN SEJAHTERA...........

INDONESIA............INDONESIA.............INDONESIA...................JAYA..............SEJAHTERA

Kamis, 17 Februari 2011